Oleh, Abil As'adain
Pak Jamilun bertingkah aneh, pada saat isterinya meninggal dunia
ditengah para tetangga datang melayat di rumahnya, Pak Jamilun tiba tiba
melangkahi tubuh mayat isterinya berulang-ulang. Para pelayat kaget, - ”
astaghfirollahal’adidzim kenapa Pak Jamilun tingkahnya seperti ini ?” (gumam
mereka). ”Pak Jamilun hentikan !! istighfar Pak Jamilun !!!” seru mereka
mencegah Pak Jamilun yang sedang bertingkah aneh itu.
Jawab Pak Jamilun: ”...ini permintaan almarhumah isteri saya,
sewaktu ia masih hidup, ia selalu berkata kepada saya, ” KALAU KAMU MAU
MENIKAH LAGI, LANGKAHI MAYATKU”.
Sekian, alkisah.
Dari kisah pendek tsb, dapat dipetik minimal tiga hikmah:
1. Kejujuran manakala dilakukan kadang-kadang dipandang aneh dan
bodoh, seperti yang dilakukan Pak Jamilun.
2. Keangkuhan pada akhirnya akan menjadi musnah, seperti yang
dilakukan oleh isteri Pak Jamilun. Isteri Pak Jamilun mau dimadu, marah-marah
berkata ” KALAU KAMU MAU MENIKAH LAGI, LANGKAHI MAYATKU” padahal, yang namanya
ajal tidak ada yang tahu kapan mau datang. Sedangkan Poligami sendiri
dibenarkan oleh agama.
3. Keangkuhan akan terbalas kehinaan. Contohnya; isteri Pak Jamilun
yang angkuh melawan suaminya sehingga mengatakan ” KALAU KAMU MAU MENIKAH LAGI,
LANGKAHI MAYATKU” pada saat mati, mayatnya dilangkahi (isyarat kehinaan) oleh
sang suami.
Semoga bermanfaat...., amin. (1 April 2012, Abil As'adain)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomunikasi dan bersilaturrohim