Tempat penempa rohani, agar mencapai pemurnian jiwa seseorang. Sebab, belakangan ini tidak sedikit orang yang telah melenceng dari garis ajaran agama. Padahal,justru agama menuntun dan mengarahkan manusia untuk menjadi manusia ideal, manusia yang dapat memenuhi kebutuhan rohani sekaligus tidak meninggalkan kebutuhan jasmani. Fenomena sekarang, banyak orang meninggalkan kebutuhan rohani sehingga rohaninya tidak mencapai kesejahteraan dan ketentraman.
Selasa, 01 Juni 2010
BENAR TAPI SALAH
Seorang santri menjemput kyai-kyainya untuk mengikuti acara kenduri di rumahnya. Ada tiga kyai sebagai gurunya yang kharismatik akan diundang dalam acara kenduri yang ia selenggarakan. Ia langsung menuju ke rumah kyainya yang ia anggap paling sepuh dan terus berangsur menjenjemput kyainya lebih muda. Ketika sampai di rumah kyai yang paling muda umurnya, ia mengucapkan salam dengan suara lirih seraya mengetuk pintu. Dua kali ia lakukan. Tidak lama kemudian seorang kyai yang sekaligus sebagai gurunya itu keluar sembari menjawab salam lirih dari santrinya yang sudah menunggu di depan pintu. Sang kyai yang masih berpakaian kaos dalam itu bertanya:”…sudah lama Mas? Oh ya, aku hampir lupa, acara di rumahmu sekarang ya…? Kyai itu mengulurkan tangannya mengajak berjabatan dan mempersilahkan santrinya masuk rumah. Sang santri langsung bergegas mencium tangan sang kyai yang lembut itu dengan hormat dan takdhim sambil masuk ke ruang tamu. Lalu sang kyai masuk ke dalam mungkin untuk berganti pakaian kebesaran khas seorang kyai pada umumnya. Setelah sang santri menunggu cukup lama. Secangkir kopi panas yang disajikan ajudan sang kyai pun sudah mendingin dan yang tersisa tinggal sekali tegukan. Sang kyai muncul keluar dari dalam, sembari mengajak sang santri: “…ayo Mas! “ santri pun bergegas berdiri dan keluar menuju mobil mendampingi kyainya. Sampai di parker mobilnya, sang santri membukakan pintu depan mobilnya. Sang kyai beranjak mengangkat kaki naik mobil seraya menyalami orang yang ada di dalam mobil. Tiba-tiba sang kyai kaget bertingkah salah sebab menatap dua orang kyai yang lebih tua umur dan ilmunya sudah berada di atas mobil. Mukanya berubah menjadi masam berkeringat dan langsung mengurungkan masuk mobil dengan mengisyaratkan santrinya untuk mendekat. Sang berisik di telinga santrinya: “ Syett…kamu salah ! Gemana aku kok dijemput yang terakhir, aku tidak pantas duduk di depan”. “Maaf Pak Kyai…, ini kan aku mengamalkan tausiyah Pak Kyai”. “ Apa itu?” tanya sang kiyai. “Pak kiyai pernah menerangkan, bahwa kita itu harus mendahulukan orang yang lebih tua. La… ini aku sudah mendahulukan kyai sepuh, aku jemput lebih dulu, baru jemput Panjenengan” jelas santri.”Oh ya… itu benar tapi salah” Sahutnya. Sang kiyai menyadari ternyata bahwa setiap pesan yang baik tidak pasti baik untuk dikerjakan, semuanya mesti harus dikembalikan pada situasinya. Maturnuwun…………
Langganan:
Komentar (Atom)